Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2016

Bala-bala Gengster, Gengster yang Baik Hati #1

Apa kesan Anda saat mendengar kata ‘gengster’ ? Penjahatkah ? Bisa jadi sadistis kali ya ? Identik dengan perkelahian ? Atau dekat dengan kekerasan ? Tapi tenanglah, pemakaian kata ‘gengster’ yang satu ini jauh dari makna darah ataupun luka.
Adalah bala-bala gengster. Bala-bala merupakan nama lain dari gorengan bakwan. Penyebutan kata ‘bala-bala’ lazim digunakan dalam pergaulan di tatar Sunda. Penganan yang satu ini acap kali menarik perhatian perut. Irisan tipis dari wortel dan kol, lalu dibungkus dengan adonan tepung, menjadikannya sebagai cemilan gurih dan nikmat.   Terlebih lagi saat disantap saat masih hangat. Kepulan asap yang membumbung ke udara mampu membuat air liur berdecit. Apalagi menyantapnya sambil ditemani secangkir kopi hitam atau segelas teh manis hangat. Hmm.
Jadi ceritanya begini. Di salah satu sudut Pasar Ujung Berung, Kota Bandung, terdapat penjual gorengan. Tempat ini populer dengan nama bala-bala gengster. Penjualnya merupakan pasangan suami istri yang dibantu du…

Benarkah Kamar Mandi Dapat Menjadi Sumber Inspirasi untuk Menulis ?

“Pak, bagaimana kalau kita menemukan kebuntuan saat menulis ?” tanya seorang mahasiswa kepada dosen pada sebuah sore di ruang kuliah.
“Ke kamar mandi saja,” celetuk seorang mahasiswa lainnya . Timbul suara cekikikan dari dalam ruangan.
“Kalian berhenti dulu menulisnya. Tinggalkan tulisannya, lalu keluar ruanganlah. Lakukan hal-hal yang kamu sukai,” jawab dosen kepada mahasiswa yang baru saja memasuki masa perkuliahan di sebuah kampus di timur Bandung itu.
Saya lebih tertarik dengan celetukan kawan saya tersebut. Kamar mandi. Benarkah kamar mandi bisa menjadi referensi untuk menggali inspirasi ? Kenapa harus kamar mandi ? Memang tidak ada tempat lain yang bisa menyegarkan pikiran untuk kemudian mendapatkan inspirasi ? Setiap mengikuti seminar tentang kepenulisan ,ternyata pertanyaan seperti di awal paragraf tulisan ini sering dilontarkan peserta seminar. Juga selalu ada celetukan “kamar mandi” yang mengiringinya.
“Kamar mandi merupakan tempat yang jauh dari hingar bingar. Kamar mandi identi…

Seperti Apa Majalengka (ku) dalam 10 Tahun ke Depan ?

Dusun Kubang, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka Minggu (20/3/2016) jam 06.30. Bulir embun masih menggantung pada batang padi. Seekor capung berwarna orange sedang asyik hinggap, juga di ujung batang padi. Saat  mendekatinya, dia langsung kabur. Konon, dimana ada capung, lingkungan tersebut masih terjaga dan bersih.
Sejauh mata memandang terlihat hamparan sawah menghijau. Tanaman ubi tumbuh di antara petak sawah. Pohon jagung tak kalah hijaunya dengan hamparan sawah. Sepertinya sebentar lagi akan mengeluarkan bunganya.
Melihat ke arah timur, Gunung Ciremai menjulang ke angkasa dengan gagah. Matahari keluar dari sarangnya di balik gunung tertinggi se-Jawa Barat itu. Sinarnya memancarkan warna kuning. Memberikan kehangatan bagi muda-mudi yang sedang berolahraga pada akhir pekan.
Saban hari saat pulang kampung, aku selalu menyempatkan diri untuk berkunjung ke sini. Udara yang dihirup begitu segar. Pikiran pun tak kalah segarnya melihat pemandangan yang berbau alam.
Saat malam dinaungi …

Asal-usul Isitilah ‘Abang Sam’ di Tempo

Produk jurnalistik Tempo saya nilai mempunyai mutu dan kualitas. Jika diamati, Tempo memiliki bahasa tersendiri dibandingkan dengan media massa lainnya, terutama  dalam menyebutkan sebuah istilah. Salah satunya yaitu penggunaan istilah ‘Abang Sam’.
Seseorang atau media massa acap kali menggunakan istilah ‘Paman Sam’ untuk menyebutkan nama lain dari negara Amerika Serikat atau United States. Tapi, Tempo memilih jalan berbeda. Tempo keukeuh menggunakan kata Abang Sam dibandingkan Paman Sam.
Dalam sebuah diskusi yang dihadiri oleh Amarzan Loebis di gedung Tempo beberapa pekan lalu, ia menjelaskan asal-usul penggunaan istilah Abang Sam tersebut. Menurutnya, penggunaan suatu istilah selalu dimulai dari sejarah kata. Amarzan merupakan redaktur senior Tempo. Amarzan sudah menjadi wartawan sejak usia 19 tahun. Ia lahir pada 1941.
Paman Sam diartikan dari kata Uncle Sam yang merujuk kepada nama United States atau US. Masing-masing awalan huruf pada kata Uncle Sam dan United States sama: US. Lalu…

Saling Tekan di Medan Pelantikan

“Saya tidak setuju dengan pendapat saudara Faisal yang mengatakan bahwa fungsi pers untuk menyuarakan keresahan mahasiswa! Pers itu berfungsi sebagai aspek pengembangan idealisme.” Begitulah bantahan salah satu petinggi kampus yang biasa melantik organisasi mahasiswa intra kampus saat memberikan sambutan dalam pelantikan pengurus LPM Suaka periode 2016. 
Ia membantah pernyataan saya dalam sambutan sebelumnya yang menjelaskan bahwa LPM Suaka dapat membawa spirit organisasi di nusantara pada dekade awal tahun 1900-an. 
“Saat dekade awal 1900-an, para pemikir dan priyai di nusantara berjuang dengan keras untuk mendirikan sebuah organisasi. Tujuannya yaitu untuk menyuarakan keresahan dan penderitaan pribumi atas kesewenang-wenangan pemerintah Hindia Belanda. Tujuan jangka panjangnya yaitu  untuk mencapai kemerdekaan. Dewasa ini, aktif di organisasi yaitu untuk mengaktualisasikan kemerdekaan dalam berpikir dan kemerdekaan dalam berpendapat. Saya menyarankan bahwa Suaka dapat membawa spirit t…