Postingan

Cuti Melahirkan dalam Bingkai SDGs

Cuti melahirkan merupakan hak bagi buruh atau pekerja perempuan. Tidaklah mudah menjalani pekerjaan dalam kondisi hamil. Tuntutan pekerjaan terkadang membuat raga dan pikiran menjadi lelah. Setelah pekerjaan di kantor selesai, perjalanan pulang menuju rumah menjadi tantangan berikutnya. Maka seberapa penting sih cuti melahirkan bagi pekerja atau buruh perempuan? Aturan mengenai cuti melahirkan tertuang dalam UU Ketenagakaerjaan No. 13 tahun 2013. Pasal 82 menjelaskan bahwa pekerja atau buruhperempuanberhakmemperolehistirahatselama1,5(satusetengah) bulansebelumsaatnyamelahirkananakdan1,5(satusetengah)bulansesudah melahirkan menurut perhitungan dokter kandungan atau bidan. Artinya masa cuti melahirkan selama 3 bulan atau kurang lebih 90 hari. Apakah waktu selama 3 bulan sudah cukup atau kurang?

Intan, pekerja perempuan di perusahaan media di Jakarta bercerita bagaimana ia menjalani masa cuti melahirkan.Kantor tempat ia bekerja memberikan masa cuti melahirkan selama 90 hari atau 3 bulan. S…
Postingan terbaru